Selasa, 25 Mei 2010

Tips Menghindari Kecelakaan karena Meledaknya Ponsel

Beberapa hari lalu kita dihebohkan oleh meledaknya ponsel milik seorang anak Sekolah Dasar di Bandung. Benarkah ponsel bisa meledak? Bagaimana menghindarinya?

Kejadian meledaknya alat telekomunikasi tersebut bukanlah peristiwa pertama yang terjadi pada pemakai ponsel. Pertengahan tahun 2007 silam seorang pekerja pengelasan di China meninggal gara-gara ponsel yang diletakkan di saku kemejanya meledak dan menyebabkan tulang rusuknya yang patah menusuk jantung. Masalah meledaknya ponsel ternyata bukan cuma legenda, dua kejadian di atas telah jadi bukti nyata. Benarkah ponsel bisa meledak? Sayang sekali jawabannya ternyata “ya”. Alasan yang paling masuk akal adalah terjadinya arus pendek pada baterai ponsel yang terbuat dari bahan kimia yang dapat memicu terjadinya reaksi kimia kemudian menghasilkan energi panas.

1. Gunakan baterai orisinil

Baterai orisinil melalui tahap pengujian kualitas yang ketat sehingga produk yang dijual mempunyai kualitas yang lebih terpercaya. Jadi jangan sesekali menggunakan baterai ponsel palsu, selain tidak menjaim kualitas juga tidak akan ada pihak yang bertanggung jawab jika terjadi masalah.

2. Tidak memperbaiki baterai rusak

Ketika daya dan umur ponsel mulai melemah drastis lebih baik diganti dengan baterai yang baru. Jangan coba-coba memperbaiki baterai yang sudah rusak. Ini bisa membuat susunan rangkaian unsur pembentuk ponsel menjadi berantakan yang akhirnya akan menyebabkan fungsi ponsel tidak bekerja dengan baik.

3. Tidak membeli baterai bekas

Jika baterai yang dibeli baru saja bisa meledak, apalagi yang bekas. Kita tidak bisa tahu pemakaian barang bekas oleh pemilik sebelumnya kan? Jika baterai sudah pernah dimodifikasi kan bisa repot.

4. Matikan ponsel jika terasa panas

Jika badan ponsel terasa mengeluarkan panas berlebihan segerakan matikan ponsel, ada kemungkinan ini sebagai akibat overheating yang terjadi pada baterai.

5. Kembalikan ponsel bermasalah

Jika ponsel yang Anda beli mengeluarkan panas yang berlebihan segera hubungi pihak vendor untuk meminta ganti dengan ponsel baru.

6. Tidak men-charge pada waktu yang lama.

Ketika ponsel menandakan “Battery is Fully Charge”, segerakan untuk mencabut charger. Baterai ponsel yang sudah mencapai posisi penuh namun Anda tetap membiarkannya dalam posisi ter-charge dapat menyebabkan overheating.

7. Tidak menggunakan ponsel saat diisi.

Ketika ponsel di-charge akan terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kimia dan juga terjadi arus masuk dan keluar secara bergantian. Apabila ponsel yang sedang diisi kita pakai untuk menelepon maka akan menambah beban pada proses kimia tersebut.

8. Gunakan sarung ponsel

Dengan menggunakan sarung ponsel setidaknya jika terjadi ledakan, risiko kecelakaan bisa diminimalkan. Saat ini kita bisa mendapatkan sarung untuk ponsel dengan mudah, toko aksesoris ponsel dapat ditemui di setiap pusat pertokoan ponsel.

9. Jangan letakkan ponsel di bagian rawan.

Daerah rawan maksudnya bagian tubuh yang memiliki risiko kecelakaan fatal seperti dada yang berdekatan dengan jantung, jadi jangan dibiasakan meletakkan ponsel pada saku kemeja.

10. Mengikuti perkembangan berita teknologi.

Biasakanlah untuk selalu mengikuti perkembangan berita teknologi, biasanya jika terjadi masalah pada suatu produk tak terkecuali ponsel, pihak vendor akan mengumumkannya dengan segera. Selanjutnya kita bisa menggantinya sesuai prosedur yang ditetapkan vendor terkait.

Sumber: Uteng Iskandar/Tabloid Sinyal, Klasika Kompas 24 Maret 2008

0 komentar:

Bayu Mayura Pridatama | Template by - Abdul Munir - 2008 - layout4all